“Sejalan Arah Vokasi Nasional, SMKN 3 Makassar Uji Kompetensi Siswa Tanpa Pungutan”

Jejakpendidikan SMK Negeri 3 Makassar resmi membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) secara serentak untuk seluruh kompetensi kejuruan kelas XII. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Dalam amanatnya, Kepala Sekolah Nuraliyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh siswa dari berbagai jurusan seperti TKR, TKJ, TITL, TPFL, TKP, dan BIB mengikuti UKK tahun ini. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan UKK sepenuhnya gratis tanpa pungutan, karena didukung oleh anggaran BOS. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh siswa yang hadir.

Lebih lanjut, Nuraliyah menjelaskan bahwa pelaksanaan UKK tahun ini mengadopsi dua pendekatan utama, yakni:

Berbasis Industri, khusus untuk jurusan TKR dan TKJ, sebagai wujud nyata link and match dengan dunia kerja.

Berbasis Project di Sekolah, untuk jurusan lainnya, guna mengasah kreativitas, problem solving, dan kemandirian siswa.

Konsep ini sejalan dengan arah penguatan pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada penguasaan skill kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Jumlah rombongan belajar (rombel) yang mengikuti UKK tahun ini mencapai total 11 rombel, terdiri dari:

TKR: 3 rombel

TKJ: 2 rombel

BKP & DPIB: 2 rombel

Teknik Las: 1 rombel

Teknik Energi Terbarukan: 1 rombel

TITL: 3 rombel

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Pelaksana UKK Agustiah, Wakil Ketua Mappa, Waka Sarpras Faisal , serta para Ketua Program Keahlian seperti Hamsir Ardiansyah (TKR), Bakri J (TKJ), Muh Yuri Gagarin, Hijrah (TPFL), Ahmad (TESHA), dan Milantje Geureuw (TITL). Hadir pula Kepala Bagian TU Indra, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Fadli , guru produktif, wali kelas XII, serta staf tata usaha.

Pelaksanaan UKK ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi akhir bagi siswa, tetapi juga menjadi indikator kesiapan lulusan vokasi dalam menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan pendekatan berbasis industri dan project, siswa diharapkan mampu menunjukkan kompetensi nyata, bukan sekadar teori.

Kegiatan pembukaan dan pembekalan UKK ditutup dengan sesi foto bersama seluruh kompetensi keahlian bersama unsur pimpinan dan guru produktif, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam mencetak lulusan vokasi yang unggul dan berdaya saing.

Kontributor: H. Ardiansyah, S.T.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *